Hasri Ainun Habibie, Ibu Negara Di Era Reformasi

Hasri Ainun Habibie, Ibu Negara Di Era Reformasi

Hasri Ainun Besari yang biasa dipanggil Hasri Ainun Habibie adalah Istri dari Presiden Indonesia Ketiga BJ. Habibie. Ia menjadi Ibu Negara Indonesia ketiga dari tahun 1998 hingga tahun 1999. Hasri Ainun Besari adalah anak keempat dari delapan bersaudara putra dari H.Mohammad Besari, Arti dari nama Hasri Ainun berarti “Mata yang Indah“.Ia kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan memperoleh gelar Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1961. Ia juga pernah bekerja di RSCM Jakarta. Ia menikah dengan Habibie yang juga teman bermain semasa kecil, pada tanggal 12 Mei 1962.Mereka menghabiskan bulan madu di empat tempat yaitu di Kaliurang, Yogyakarta, dilanjutkan ke Bali lalu diakhiri di Ujung Pandang, daerah asal Habibie. Dari pernikahan ini, Ainun memiliki dua orang putra, Ilham Habibie dan Thariq Kemal Habibie, serta enam orang cucu.

Pada tanggal 24 Maret 2010, Hasri Ainun Habibie masuk ke rumah sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Gro`hadern, München, Jerman dan telah menjalani sembilan kali operasi. Empat dari sembilan operasi tersebut merupakan operasi utama sedangkan sisanya merupakan eksplorasi.

Pada tanggal 22 Mei 2010 pukul 17.35 waktu München, Jerman. Ainun meninggal dunia setelah melewati masa kritis sekitar 1 hari dimana hidupnya ditopang oleh alat.Jenazah Hasri Ainun Habibie diberangkatkan tanggal 24 Mei 2010 dari Jerman dan tiba di Jakarta pada tanggal 25 Mei 2010 kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata hari itu juga

Istri Presiden RI ketiga, Hasri Ainun Habibie adalah sosok yang rendah hati. Sifat itu membuat publikasi tentangnya jarang muncul. Tercatat hanya ada tiga pewarta yang berhasil mewawancarainya. “Kekhasan buku ini terletak dalam tulisan-tulisan di dalamnya, karena referensi tentang Ibu Ainun sedikit. Sebab beliau susah diwawancarai dan jarang menulis karena low profile,” terang penulis buku “Ainun Habibie. Selama bekerja bersama BJ Habibie dan istrinya selama 20 tahun, Makka mencatat hanya ada tiga wartawan yang berhasil mewawancarai Ainun. Dengan adanya buku ini, jelasnya, bisa memunculkan suri teladan ke publik. “Sebagai seorang istri yang muncul dari diri beliau adalah kesantunan, ketulusan, suami selalu menjadi yang utama,”tiru Makka mengintisarikan ucapan Ainun.

Suported By

My President My Hero

Sejukkan dan Majukan Indonesia dengan Opini Positif. Serukan opini dengan jujur, santun dan cerdas. Lebih baik memilih “Menyalakan lilin dari pada mengutuk kegelapan”.

Aku Anak Indonesia yang Cinta Bangsa Ini. Aku Anak Indonesia bukan dari satu partai manapun, bukan dari satu golongan apapun atau dari kelompok lainnya. Aku Anak Indonesia yang hanya rakyat biasa.

Copyright@2012. My President My Hero: Informasi, Edukasi dan Opini Untuk Bangsa. All rights reserved

Pos ini dipublikasikan di Ibu Negara dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s