Makam Ambles, Gus Dur Marah ?

Makam Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, ambles. Dibalik itu berita unik yang beredar, kain kafannya masih terlihat sangat bersih dan putih. Di antara kalangan masyarakat, peristiwa itu tak pelak lagi menimbulkan berbagai cerita misteri yang mengatakan arwah Gus Dur marah karena kondisi sosial Indonesia saat ini. Dalam logika berpikir positif masyarakat modern mungkin hanya sekedar pengingatan bangsa ini tentang pemikiran Gus Dur dalam menyikapi pruralisme di kehidupan masyarakat yang sedang terkoyak-koyak.

Penyebab utama amblesnya makam Gus Dur itu belum diketahui pasti. Menurut beberapa pengamat sangat mungkin penyebabnya karena kondisi tanah yang tidak stabil.   Diperkirakan saat pemakaman, tanahnya tidak dipadatkan dan sangat banyaknya pengunjung yang ziarah sehingga tak mampu menahan kekuatan beban tersebut.

Selama ini makam Gus Dur merupakan wisata religi yang dikunjungi banyak peziarah. Para peziarah bisa dengan bebas memasuki area makam dan berdesakan di sekitar makam. Mungkin karena kondisi tanah yang labil dan beban yang ada sangat besar mengakibatkan tanah makam Gus Dur ambles dan beberapa batu nisan di di sekitarnya juga ikut rusak.

Untuk mencegak kerusakan yang lebih parah, pengelola makam memberikan pembatas dengan tali di sekitar area makam dengan jarak tertentu. Sehingga saat ini para peziarah tidak bisa leluasa mendekati dan memegang pusara kiai kebanggannya itu.

Gus Dur mantan presiden ke empat Indonesia itu wafat pada Rabu 30 Desember 2009 sekitar pukul 18.40 WIB. Sebelum ajal Gus Dur menderita berbagai penyakit. Beberapa kali ia serangan strok, darah tinggi, diabetes dan gangguan ginjal juga dideritanya.  Sehingga beliau harus rutin melakukan cuci darah atau hemodialisis.

Cerita Mistik

Namun tak ajal, fenomena ini menimbulkan berbagai spekulasi dan cerita mistik di dalam masyarakat. Apalagi tersiar kabar bahwa kain kafannya masih bersih. Saat makam itu ambles, kain kafan yang membalut jasad Gus Dur masih terlihat sangat bersih seperti baru. Dalam keadaan biasa, kain kafan yang turut dikubur lebih dari setahun seharusnya akan rusak di dalam tanah.

Namun hal itu tidak akan lepas dari berbagai cerita misteri yang saat ini beredar di masyarakat. Berbagai pembicaraan masyarakat yang sedang ramai salah satunya mengatakan bahwa arwah Gus Dur marah besar. Marah karena umat muslim saat ini saling berseteru bahkan melakukan penyerangan fisik dengan membunuh. Peristiwa penyerangan terhadap Ahmadiyah adalah salah satu perhatian gus Dur sebagai pembela kaum minoritas. Selama ini gus Dur dikenal sebagai kiai yang nyentrik, genius dan nyeleneh. Setiap ucapan dan pikiran gus dur selalu dipenuhi berbagai hal yang berkaitan dengan pruralisme dan demokratis. Kenyelenehan dan kegeniusan gus Dur itulah yang membuat beberapa langkahnya membela kaum minoritas menjadi sangat kontrovesial.

Sebaiknya peristiwa tersebut jangan didominasi konotasi yang tidak logis dengan berbagai cerita mistik. Seharusnya lebih mengutamakan logika berpikir modern dan inspirasi positif. Pikiran positif yang harus dikedepankan adalah fenomena ini mungkin saja menjadi peringatan sang Pencipta, bahwa masyarakat Indonesia harus bisa meneladani pemikiran para pendahulunya. Dengan adanya konflik tekanan dan kekerasan berbagai pihak kepada terhadap kaum minoritas dalam melakukan keyakinannya adalah merupakan kepedulian Gus Dur sebagai pendekar paham pluralisme. Paling tidak bila suatu kelompok berbeda pendapat, tidak menjadikan kekerasan terhadap kaum minoritas itu sebagai jalan keluarnya. Hal itulah yang selama ini adalah menjadi perhatian terbesar dalam kehidupan gus Dur.

Suported By

My President My Hero

Sejukkan dan Majukan Indonesia dengan Opini Positif. Serukan opini dengan jujur, santun dan cerdas. Lebih baik memilih “Menyalakan lilin dari pada mengutuk kegelapan”.

Aku Anak Indonesia yang Cinta Bangsa Ini. Aku Anak Indonesia bukan dari satu partai manapun, bukan dari satu golongan apapun atau dari kelompok lainnya. Aku Anak Indonesia yang hanya rakyat biasa.

Copyright@2012. My President My Hero: Informasi, Edukasi dan Opini Untuk Bangsa. All rights reserved

Pos ini dipublikasikan di Presiden Gus Dur dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s