Soeharto, Dulu Dicerca Sekarang Dipuja

Soeharto, Dulu Dicerca Sekarang Dipuja

Diawali hasil survey Indobarometer yang menunjukkan Soeharto presiden terbaik di Indonesia. Kemudian muncul peluncuran buku Pak harto, The Untold Stories. Soeharto adalah pemimpin besar yang banyak dipuja dan tetapi sebaliknya banyak dicerca. Tetapi saat ini angin sedang bertiup kencang mendorong sisi baik dan kehebatan Jenderal Besar Soeharto. Tidak bisa dipungkiri survey Indobarometer menunjukkan kerinduan akan kepemimpinan Suharto. Fenomena unik saat ini bukan hanya pendukung Soeharto yang memujanya. Tetapi beberapa tokoh yang dulu sangat keras menentang bahkan disakiti dan dibui, saat ini terang-terang kagum dan memuji berlebihan tokoh orde baru itu.

Sebut saja Fahmi Idris, Sukardi Rinakit, AM Fatwa dan tokoh lainnya saat jaman orde baru adalah penentang paling keras. Tetapi terakhir ini mereka berubah drastis. Dulunya termasuk aktifis penentang paling keras tetapi saat ini tidak ada dendam sedikitpun, bahkan cenderung merke mengagumi pola kepemimpinan Soeharto. Fahmi Idris tak pernah jadi menteri beliau, tetapi sempat dipenjara 1 tahun tiga bulan dalam peristiwa Malari. Sukardi Rinakit, pengamat politik yang tajam dan keras ternyata dulu penentang keras Soeharto terang-terangan memujinya. Soeharto adalah seorang yang berpikiran sederhana, tetapi praktis, fokus dan berhasil. Tampaknya Sukardi berubah memuji Soeharto saat melakukan disertasi penel;itian tentang pemerintahan Soeharto. AM Fatwapun pernah menjadi lawan politik Soeharto. Berbagai teror fisik dan mental pernah diterimanya, hingga berdarah-darah dan gegar otak. AM Fatwa juga pernah coba dibunuh oleh seorang intel Kopkamtib. Oleh pemerintahan Orde Baru AM Fatwa juga pernah diganjar hukuman penjara 18 tahun. “Saya tidak pernah menaruh dendam pribadi baik kepada petugas intelijen di lapangan maupun pimpinannya, termasuk Pak Harto,” ujar Fatwa

Jenderal Besar Soeharto

Soeharto menggantikan pemerintahan Orde Lama Soekarno, dan resmi menjadi presiden pada tahun 1968. Ia dipilih kembali oleh MPR pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Pada tahun 1998, masa jabatannya berakhir setelah mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei tahun tersebut, menyusul terjadinya Kerusuhan Mei 1998 dan pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa. Ia merupakan orang Indonesia terlama dalam jabatannya sebagai presiden. Peninggalan Soeharto masih diperdebatkan sampai saat ini. Dalam masa kekuasaan Orde Baru, Soeharto membangun negara yang stabil dan mencapai kemajuan ekonomi dan infrastruktur. Suharto juga membatasi kebebasan warganegara Indonesia keturunan Tionghoa, menduduki Timor Timur, dan dituduh sebagai rezim paling korupsi sepanjang masa dengan jumlah $AS 15 miliar sampai $AS 35 miliar. Tuduhan itu akhirnya sampi sekarang masih belum bisa dibuktikan karena sampai meninggalnya belum sempat di meja hijaukan. Usaha untuk mengadili Soeharto gagal karena kesehatannya yang memburuk. Setelah menderita sakit berkepanjangan, ia meninggal karena kegagalan organ multifungsi di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008.

Penilaian Situasional dan Pikiran Negatif

Berdasarkan hasil survei Lembaga Survey Indonesia (LSI) pada 1999-2010, masyarakat menilai bahwa individu yang paling bertanggung jawab atas kasus krisis ekonomi 1998 adalah mantan Presiden Soeharto. Setelah setahun Orde Baru tumbang, rakyat bersuara sangat negatif terhadap politik di bawah Soeharto, rakyat tidak memimpikan kembali cara-cara politik zaman Soeharto,” ujar Direktur Eksekutif LSI Dodi Ambardi saat memaparkan hasil survei dengan tajuk “Warisan Politik Soeharto” saat itu.

Pada tahun 2011, pendapat masyarakat menjadi drastis berubah. Soeharto adalah Presiden yang paling banyak disukai masyarakat Indonesia. Soeharto juga Presiden yang dianggap paling berhasil. Demikian survei yang dilakukan Indo Barometer, sebuah lembaga survei nasional. Direktur Indobarometer, M Qodari, merilis hasil survei tersebut di Jakarta, Minggu (15/5/2011). Survei ini merupakan salah satu bagian dari hasil survei tingkat nasional bertajuk “Evaluasi 13 Tahun Reformasi dan 18 Bulan Pemerintahan SBY-Boediono”, yang dilaksanakan pada 25 April-4 Mei 2011.

Dari survei yang melibatkan 1.200 orang, sebanyak 36,5 persen responden memilih almarhum mantan Presiden Soeharto sebagai presiden yang paling disukai. Selanjutnya, 20,9 persen memilih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 9,8 persen memilih almarhum mantan Presiden Soekarno, 9,2 persen memilih mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, 4,4 persen memilih B.J. Habibie, 4,3 persen memilih almarhum mantan Presiden Abdurrahman Wahid. Survey itu juga menunjukkan bahwa mantan Presiden Soeharto dipersepsikan sebagai presiden paling berhasil. Sebanyak 40,5 persen responden mempersepsikan Soeharto sebagai pemimpin yang paling berhasil. Saat jaman pemerintah orde baru yang dianggap aman, harga stabil, tidak banyak anarkisme dan keributan politik menjadi dambaaan banyak orang. Ketika jaman tersebut dirindukan maka sebagian besar orang langsung berubah penilaian terhadap Soeharto.

Fenomena ini menunjukkan bahwa secara psikologis penilaian seseorang atau masyarakat hanya melihat satu sisi dan satu kondisi. Penilaian orang sering juga hanya didominasi sisi negatif,. Sehingga kadang citra negatif seseorang mendominasi sisi positif dan kebaikannya. Penilaian tersebut akhirnya menjadi tidak abadi ketika situasi dan kondisi berubah. Hal itu sampai saat ini juga dilakukan oleh sebagian besar media masa. Sangat jarang sekali media masa menyoroti sisi positif sebuah pemerintahan atau seorang pejabat presiden. Terdapat terdapat kecenderungan stasiun televisi tertentu secara berlebihan dan berulang selalu menampilkan secara vulgar dan berlebihan tentang sisi buruk pemerintah. Bahkan bisa dikatakan sangat jarang sekali stasiun televisi tersebut memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap upaya yang dilakukan pemerintah yang ada. Setiap kali yang muncul adalah kecurigaan, pandangan negatif dan sisi buruk seorang pejabat. Setiap pemerintah SBY mengungkapkan prestasi untuk memotivasi semangat membangu rakyatnya langsung dituduh sebagai tebar pesona dan suatu kebohongan. Yang lebih memiriskan lagi hal ini dilakukan oleh sekelompok tokoh lintas agama yang nota bene seharusnya lebih bejaksana dalam menyikapi sesuatu. Hal inilah yang selalu menimbulkan konotasi bahwa setiap apa yang dilakukan SBY selalu salah dan tidak ada yang benar.

Bila hal ini terus terjadi maka bangsa ini hanya terjerat oleh perilaku saling menyalahkan dan saling menghujat demi kepentingan pribadi atau kelompok. Bila perilaku ini dipupuk terus akan menjadikan seseorang menjadi megalomania dan merasa paling benar. Sehingga langkah untuk membangun dan spirit untuk memajukan bangsa ini terkubur oleh selalu menyalahkan dan mengorbarkan berita buruk seorang pejabat presiden. Dengan adanya fenomena “Soeharto dulu dicerca dan sekarang dipuja” itu sebaiknya dijadikan pengalaman bagi semua anak bangsa ini. Bila fenomena itu maka mungkin saja sebagian orang yang sering mengutuk dan melawan SBY di barisan paling depan mungkin lima tahun lagi menjadi paling depan akan memuji bahwa SBY adalah yang terbaik dan paling demokratis. Janganlah kepentingan pribadi dan kelompok digunakan dengan cara tidak fair dan bijaksana yang akan mematikan semangat bangsa ini untuk maju dan sipirit membangun. Sebaiknya bangsa ini harus berkaca kepada pepatah Cina yang mengatakan “Lebih baik menyalakan lilin daripada terus menerus mengutuk kegelapan”.

Suported By

My President My Hero

Sejukkan dan Majukan Indonesia dengan Opini Positif. Serukan opini dengan jujur, santun dan cerdas. Lebih baik memilih “Menyalakan lilin dari pada mengutuk kegelapan”.

Aku Anak Indonesia yang Cinta Bangsa Ini. Aku Anak Indonesia bukan dari satu partai manapun, bukan dari satu golongan apapun atau dari kelompok lainnya. Aku Anak Indonesia yang hanya rakyat biasa.

Copyright@2012. My President My Hero: Informasi, Edukasi dan Opini Untuk Bangsa. All rights reserved

Pos ini dipublikasikan di Presiden Indonesia, Presiden Soeharto dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s